Aisyah lomba diam dengan Fahri.
Selalu seperti itu tiap kesempatan bertemu.
“saling membaca hati” begitu kami menyebutnya (alasan … mungkin)
Ini kali ke 4 bertemu. Durasi 2x60 menit
You know what …
Di akhir pertemuan yang mendebarkan ini…pertemuan yang juga penuh perjuangan setelah seharian seperti menyeberang selat untuk pulang kampong dengan cuaca tidak menentu…
Aisyah menemukan lagi satu simbol yang menggetarkan nadi :
Tahi lalat di lengan tangan kanan Aisyah….
Sementara tahi lalat Fahri ada di bawah lengan tangan kiri.
Presisi.
Lebih kurang 15cm dari pergelangan tangan –tempat detak hidup manusia bisa dirasakan- nadi
Betapa Sigma…. (rasanya tidak ada kata yang bisa menjelaskan. Entahlah …)
Tidak ada yang berani bergurau tentang itu.
Lomba diam lagi 1 menit.
Lalu hamburan pandangan sayang, diakhiri gelengan kepala tanda tak percaya….
“Fahri sayang Aisyah…”. Suara itu tenang nian….
Simbol itu bagai menggenapi 22 hari setelah 22 Maret.
No comments:
Post a Comment