Aisyah menilai :
“Kata ini bisa ‘merangkul’ banyak kepentingan”
Digunakan pada pantun
Maka dia bisa diberi irama hingga menjadi lagu daerah yang unik.
Sayang Selayak tajuknye
Maka dia telah ‘merangkul’ banyak perantau menjadi satu kilasan indah masa kecil
Ditambahkan sebagai kata diantara kenyataan dan harapan
Maka dia menjadi penjelas bahwa harapan itu masih ada dan ...
terus diusahakan
Coba perhatikan :
“Saya selalu dikejar – kejar pertanyaan sama hingga lama – lama terdengar seperti lelucon, sayangnya pacar saya ogah diajak menikah cepat – cepat”
see...? sebagai kata antara harapan dan kenyataan tanpa harus bersikeras menjelaskan kerana terdengar ada kasih disana “sayangnya”
Dimainkan dengan nada
Maka dia bisa punya daya gedor luar biasa.
Like this...
• Mainkan dia dengan nada panjang [seperti nada panjang yang dihasilkan garpu tala untuk stem instrumen]
Maka dia terdengar merayu. “Sounds like breath in heaven”
Hiruplah dia. “Sayaaaaaa ... ang”
• Mainkan dengan nada pendek
Maka dia jadi sederhana namun penuh kasih. Simpel dan efektif “Sayang”
Terakhir ...
Disematkan diantara 2 nama, maka dia akan merepresentasikan ‘dedikasi’. Saling mendedikasikan diri.
“Aisyah sayang Bang Fahri”
Dan dia bisa membuat sebuah kehidupan menjadi lebih ikhlas apabila di ucapkan oleh seorang anak pada Bundanya :
“Nanda sayang Bunda”
Soon ... will be ....
[dari Aisyah yang sayang Bang Fahri saat rasa ini semakin menjadi - jadi]
No comments:
Post a Comment