19 April 2009

1 + 1 : 2 [Kepingan 1]

Well ..
Sabtu ini terasa jernih. Jum'at kemarin .. polutan sudah tersingkir. Mungkin jernihnya seperti laut yang kembali jadi tempat bermain lumba – lumba sampai bisa menghalangi perompak Somalia yang berniat jahat menghabisi kapal dagang China [dilaprkan LKBN Antara kalee...]

Fokus ... fokus (kata – kata ini mengingatkan pada Abang]
Betapa ringan jalani hidup. Mulai hari ini “Rahasia Besar” itu telah dibagi dua.

Abang bilang :
“Setelah 22 Maret, 1 + 1 : 2” [baca : satu tambah satu harus dibagi 2]

Aisyah bilang :
“Rahasia itu tidak terkait pada apapun. Tidak juga tentang : 'belum percaya pada orang lain lalu tidak dibagi' Tapi lebih kepada : 'Tidak ingin ada orang lain yang dipersalahkan sesaat setelah itu dibagi'. Kalo' Aisyah yang harus menanggung salah, itu sudah resiko'”

Abang bilang :
“Cuma pengen Aisyah tahu bahwa ada yang sudah siap mendengarkan. Bukan siap mengambil sebuah peran. Tapi mungkin supaya rahasia itu sendiri tidak sampai 'merusak hati'”

Aisyah bilang :
“Proses, Abang ... proses”

And than ...

Hari itu .. setelah mengacak – acak perasaan, arah jarum jam malah berputar ke kiri dengan derajat semaunya : Rahasia 2002, Rahasia 2005... setitik air mengaburkan mata.

Makin dalam ... ada kisah mengarungi bahari idealisme yang berubah karena harus 'tandem' 7 tahun untuk hanya sekedar tahu apa rasanya dilemparkan ke udara.

[semua kiasan hanya untuk berlindung dibalik kata – kata. Fahri sudah tahu maksud Aisyah]

No comments:

Post a Comment