24 April 2009

4 KUADRAN YANG KUSADARI [Sebuah Pengantar]

Waktu itu ...
Hampir satu menit ada hembusan udara dingin yang rasa – rasanya sampai masuk ke rongga hati [mungkin rasa ini cuma bisa dijelaskan oleh orang yang baru botak setelah bertahun – tahun punya rambut gimbal. Trus ... kulit kepalanya dibelai angin pertama. Nah ... gitu de...]

Tak ada alasan untuk menunda menjawab saat Abang tanyakan :
“Apa pendapat Aisyah terhadap Abang ? Abang ingin tahu ... supaya nantinya gak mati penasaran”

Aisyah bilang :
“Bang ... apa yang saya dengar , apa yang saya rasa, apa yang saya hirup sejak bertemu abang, sampai saat ini saya pikir belum bisadiberi label [mungkin karena rasa emang gak perlu di logika]

sayang ... cinta ... kasih mungkin itu kata orang.

Tapi saya yakin, Ini bukan sebangsa dengan cinta – cintaan nya ABG.

Bukan juga setanah air dengan keyakinan sepasang manusia menjelang hidup baru [dengan rasa sayang yang sewaktu – waktu ikut di aduk – aduk stress]

Apalagi rasa kasihnya pasangan Kaken – Ninen yang hanya formalitas dan ditandai dengan saling merawat. Mana ada lagi diskusi politik dan godaan – godaan 'menjurus' [mungkin siy ...]

This is just like ...
Lebih kepada ... oke .. 13 tahun lalu saya betul – betul mencari “ruh” ini.
Ya ... betul – betul mencari. Mengacak – acak isi bumi kalo perlu. Ada penghambat memang. Tapi saya tetap menantang dengan bertanya : “Mana tepi dunia?”

Sampai kemudian 2002 ...
Waktu itu saya merasa yakin sudah mati karena lama – lama sensor atas pencarian saya ini hilang. Lupa. Karena di blok.
2 tahun pertama mencoba berfikir lain, tapi akhirnya menerima dengan simbol 2005 sebagai bukti penerimaan.

But .. 2009
God have mercy on my soul.
Ternyata ... saya selama ini salah. Kesalahan cuma 1 tapi berakibat besar.
'Mencari' . Kesalahannya karena kata aktif.
Tapi .. bukan berarti kata pasif 'dicari' juga benar. No can do.

Yang benar adalah 'menerima'. [bahasa abang : ikhlas] karena ketika menerima situasi [bukan belajar menerima lo ....ini betul – betul sudah menerima] maka sensor atas dunia akan lebih sensitif. Semua datang dengan sendirinya. Termasuk cita – cita mendapatkan 'ruh' 13 tahun yang lalu.

Now .. Aisyah bilang :
“Ada 4 kuadran yang Fahri punya. Ternyata semua perlambang ruh yang selama ini Aisyah cari”

Tulisan ini berlanjut ke “4 Kuadran [Mencari Tidak Perlu Lagi]

No comments:

Post a Comment